Sabtu, 16 April 2011

Cendekiawan Ku...


Apakah kini saya harus menyerah 

Apakah kini saya harus kalah

Bertekuk lutut dengan perasaan yang telah lama diisolasi???

Sedang Rasa itu sering kali membuncah

Tanpa ia tau tangis rindu ini

Pedulikah ia,,, sadarkah ia....

Lantas saya harus bagaimana???

Oh.. wahai engkau sang cendekiawan

Saya mohon Lepaskan lah terali yang sengaja kau kunci

Agar saya bisa bebas berteriak bersama hembusan angin termal

Hai cendekiawan yang rupawan

Cukup sudah kau hantui Q dalam sadar dan lengahQ...

Cukup sudah peluh mataQ bersendu

Terisak dalam diamQ...

Adakah yang ia kan mengerti rasa rindu Q???

Oh,, ia yang tak pernah Q temui dalam kesadaranQ yang pasti

Adakah jawaban yang berarti untuk sekian kali tanyaQ...

                   Oh,,, cendekiawanQ saya harus bagaimana???

Cukuplah memang saya tebar segenap asa yang tak bersuara

Segenap genggam penuh kata yang tak biasa

Tapi masih adakah janji yang ingin kau tepati

Ataukah kau telah pergi dan berpaling dengan sendiri...

Oh cendekiawanQ,, saksikanlah pilu jiwaQ

Atas nama sang Penjaga hatiQ

aQ benar-benar rindu sungguh....

1 komentar:

PIKADITA mengatakan...

ehmmmm,,,,,, <3

Posting Komentar