Jumat, 10 Agustus 2012

Selamat Jalan Cinta

Baru aku sadar bahwa selama ini 
aku hanya mengharapkan hal yang sebenarnya tidak aku inginkan...
lebih tepatnya keadaan yang membuat hal itu tidak diinginkan
ketakutan akan ketidakpantasan
jurang pemisah yang membentang
perbedaan budaya hingga pemikiran
Bukan hanya antara dua peran
namun juga komponen dari peran-peran itu
sampai akhirnya terbentuk keminderan yang mematikan
Mencintai tanpa memiliki memang omong kosong
hanya memperpanjang garis luka andai terus terangkai
Harusnya tanaman liar yang belum kokoh itu, telah dimatikan dari awal
agar tak merusak sejuknya taman pengabdian
Namun kini tanaman liar itu terlanjur tumbuh dengan suburnya
tumbuh dengan sangat cantik nan rupawan
hingga ketidaktegaan yang tersajikan
Jangan diusik, biarkan ia mati dengan sendiri
sebagai buah dari induknya kesabaran
dan pada akhirnya hanya
kehilangan tanpa dendam yang tak berbekas
kehilangan yang teriring ucap dan rasa ikhlas
aku merelakanmu kasih

Senin, 30 Juli 2012

Keberhasilan yang tertunda :'(

Sedih sekali saat pulang nanti tidak membawa kado kelulusan untuk orang tua
Harapan hanya tinggal harapan
Jangankan lulus, data penelitian saja masih belum terlengkapi
Awalnya berharap bulan Juli sudah menyandang gelar 
kemudian berharap bulan Agustus
kemudian dengan berjalannya waktu 
berharap sebelum pulang kampung pekerjaan di Lab telah selesai
dan sekarang detik2 menuju mudik lebaran 
semuanya GAGAL...
rencana hanya tinggal rencana
harapan hanya tinggal harapan
Sedih, kecewa, dan marah pada diri sendiri kerap kali terlintas
Yaa Allah
Merasa sangat bersalah pada orang tua
Belum biasa ku berikan kado itu...
Yah,,, manusia hanya bisa berencana, 
selanjutnya kehendak Sang Pencipta lah yang berkuasa
mungkin inilah yang terbaik untuk saat ini
aku percaya Gusti, keputusanMu ini adalah keputusan yang terbaik untukku
Engkau lah Yang Maha Tau atas hambaMu ini
Aku pasrahkan padaMu Gusti
Aku ikhlaskan semuanya untuk menggapai RidhoMu
Semoga aku senantiasa diberi kesabaran atas lika-liku hidup ini
Amin...

Sabtu, 28 Juli 2012

Curcol

aku mencintaimu meski aku tak pernah bertemu denganmu
seakan aku telah mengenalmu sejak lama.. lama sekali
aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu.... 
meski engkau tak menginginkan hal itu.....
namun, mengapa engkau sungguh-sungguh egois?? 
tak pernahkah engkau memikirkan perasaan orang yang sangat-sangat menyayangimu...
sampai kau ceritakan tentang perasaanmu terhadap orang lain padaku?? 
aku tak pernah sanggup mendengar hal itu, meski awalnya dengan sangat percaya diri aku meyakinkan diriku bahwa aku akan baik2 saja mendengar hal itu...
sungguh aku dibuatnya sakit,,, sakit hati yang begitu dalam sampai sesak dada ini....
Astaghfirullah,,, maafkan aku Gusti.... 
bukannya aku tak pernah bisa menerima semua suratan yang engkau berikan,,,
namun, rasa sakit dihati ini belum juga menemukan obatnya....
jiwa raga ku sakit dibuatnya..... Astaghfirullah....
Ampuni aku Gusti.....
mungkin dia memang bukanlah yang terbaik untuk ku....
namun aku tidak pernah bisa memahami diri ini,, hanya Engkaulah yang tau betapa aku sangat menyayanginya.... sampaikan sayangku padanya Gusti.... jaga dan lindungilah ia... semoga dia bisa bahagia... 
meski bukan aku yang ada disampingnya,, bukan aku yang selalu ada saat ia butuh,, meski bukan aku yang merawatnya saat ia sakit...
aku ikhlaskan semuanya Gusti.... smoga ini memanglah yang terbaik untukku dan untuknya...
berikanlah aku kelapangan hati dalam menerima semua yang telah Engkau gariskan untukku...
berikannya aku imam yang bisa bertanggung jawab atas aku dunia akhirat yang lebih baik dari dia... yang mencintaiku juga keluargaku... jodoh yang benar2 Engkau ridhoi..... 
Amin

Sabtu, 30 April 2011

Hadiah dari sahabat


Tersenyumlah
Jika pesona ‘dia’ melelahkanmu,, dengar aQ...

Lupakan gelisah dihati, kuatkan langkah, Basuh lukamu

Hari masih panjang dan waktu masih setia berjalan.

Esok Mentari pagi pasti kan terbit menghangatkan hatimu..

Langit malam pun akan bertabur bintang tuk temani tidurmu,,

Pejamkan matamu,

Sandarkan bebanmu, dan lepaskan sepimu..

Percayalah, pasti ada yang tengah merindukanmu.

Rindu tuk menghiasi mimpi indahmu

Bahagia untuk mencintaimu

Tersenyumlah..

Karena dia benar-benar menyayangimu..

Karena kamu adalah bagian yang hilang dari dia,,,

Tulang rusuk yang pasti kan kembali pada yang punya....


Thank you
for my close friend

Sabtu, 16 April 2011

Cendekiawan Ku...


Apakah kini saya harus menyerah 

Apakah kini saya harus kalah

Bertekuk lutut dengan perasaan yang telah lama diisolasi???

Sedang Rasa itu sering kali membuncah

Tanpa ia tau tangis rindu ini

Pedulikah ia,,, sadarkah ia....

Lantas saya harus bagaimana???

Oh.. wahai engkau sang cendekiawan

Saya mohon Lepaskan lah terali yang sengaja kau kunci

Agar saya bisa bebas berteriak bersama hembusan angin termal

Hai cendekiawan yang rupawan

Cukup sudah kau hantui Q dalam sadar dan lengahQ...

Cukup sudah peluh mataQ bersendu

Terisak dalam diamQ...

Adakah yang ia kan mengerti rasa rindu Q???

Oh,, ia yang tak pernah Q temui dalam kesadaranQ yang pasti

Adakah jawaban yang berarti untuk sekian kali tanyaQ...

                   Oh,,, cendekiawanQ saya harus bagaimana???

Cukuplah memang saya tebar segenap asa yang tak bersuara

Segenap genggam penuh kata yang tak biasa

Tapi masih adakah janji yang ingin kau tepati

Ataukah kau telah pergi dan berpaling dengan sendiri...

Oh cendekiawanQ,, saksikanlah pilu jiwaQ

Atas nama sang Penjaga hatiQ

aQ benar-benar rindu sungguh....

Sabtu, 19 Maret 2011

Syukur ku pada MU

Yaa Allah,,
Andai saja saya tak peduli lagi dengan harga diri,
Andai saja saya sudah tidak peduli lagi
dengan caci maki dan etika duniawi,,
Dan andai saja rasa malu itu
telah meninggalkan sang empunya.....
Saya tak akan pernah ragu lagi
Untuk ungkap semua uneg-uneg dalam hati
Untuk ungkap semua pikir yang selama ini diterali
Untuk ungkap cerita hati yang teracuni
Namun syukur terucap,, karna itu tak pernah terjadi
Bersyukur atas etika samawi yang teLah terpatri
Gusti,,, lindungi hamba yang lemah ini
Yang tak berdaya oleh permainan duniawi....
Yang tak berdaya oleh siksa kedholiman ini....
Sungguh saya memanglah makhlukMu yang paling Lemah
Lindungi saya Yaa ALLah...
Amieenn



                                                                       

Selasa, 22 Februari 2011

Masih BoLehkah Merindu??


Mengingatnya membuat air mata ini terus berjatuhan...

Perasaan ini Bagai permen nano-nano 

Semua rasa Membuncah dengan terbalutkan satu kata

Rindu....

Telah lama sudah sejak insiden 14 Desember 2010 

Rasa itu hanya bisa dorman 

Pikiran ini pilu, tawa ini kaku, dan tak pelak hanya membisu

Merasa tersakiti,, merasa tercurangi,, dan serasa 

tak ada keadilan memihak

Akankah tali suci yang telah terpatri hampir 3 tahun ini

 kandas begitu saja...

Kata maaf yang sempat terucap pun,, tak pernah lagi tergubris

Kini akankah kata Rindu masih bisa terucap

setelah sekian periode lamanya

Sedang pikiran ini tak henti-hentinya

Menyambut penghuni lawas....

Yang tak pernah mau pindah pada inang lainnya