Apakah kini saya harus menyerah
Apakah kini saya harus kalah
Bertekuk lutut dengan perasaan yang telah lama diisolasi???
Sedang Rasa itu sering kali membuncah
Tanpa ia tau tangis rindu ini
Pedulikah ia,,, sadarkah ia....
Lantas saya harus bagaimana???
Oh.. wahai engkau sang cendekiawan
Saya mohon Lepaskan lah terali yang sengaja kau kunci
Agar saya bisa bebas berteriak bersama hembusan angin termal
Hai cendekiawan yang rupawan
Cukup sudah kau hantui Q dalam sadar dan lengahQ...
Cukup sudah peluh mataQ bersendu
Terisak dalam diamQ...
Adakah yang ia kan mengerti rasa rindu Q???
Oh,, ia yang tak pernah Q temui dalam kesadaranQ yang pasti
Adakah jawaban yang berarti untuk sekian kali tanyaQ...
Oh,,, cendekiawanQ saya harus bagaimana???
Cukuplah memang saya tebar segenap asa yang tak bersuara
Segenap genggam penuh kata yang tak biasa
Tapi masih adakah janji yang ingin kau tepati
Ataukah kau telah pergi dan berpaling dengan sendiri...
Oh cendekiawanQ,, saksikanlah pilu jiwaQ
Atas nama sang Penjaga hatiQ
aQ benar-benar rindu sungguh....
1 komentar:
ehmmmm,,,,,, <3
Posting Komentar