Sabtu, 30 April 2011

Hadiah dari sahabat


Tersenyumlah
Jika pesona ‘dia’ melelahkanmu,, dengar aQ...

Lupakan gelisah dihati, kuatkan langkah, Basuh lukamu

Hari masih panjang dan waktu masih setia berjalan.

Esok Mentari pagi pasti kan terbit menghangatkan hatimu..

Langit malam pun akan bertabur bintang tuk temani tidurmu,,

Pejamkan matamu,

Sandarkan bebanmu, dan lepaskan sepimu..

Percayalah, pasti ada yang tengah merindukanmu.

Rindu tuk menghiasi mimpi indahmu

Bahagia untuk mencintaimu

Tersenyumlah..

Karena dia benar-benar menyayangimu..

Karena kamu adalah bagian yang hilang dari dia,,,

Tulang rusuk yang pasti kan kembali pada yang punya....


Thank you
for my close friend

Sabtu, 16 April 2011

Cendekiawan Ku...


Apakah kini saya harus menyerah 

Apakah kini saya harus kalah

Bertekuk lutut dengan perasaan yang telah lama diisolasi???

Sedang Rasa itu sering kali membuncah

Tanpa ia tau tangis rindu ini

Pedulikah ia,,, sadarkah ia....

Lantas saya harus bagaimana???

Oh.. wahai engkau sang cendekiawan

Saya mohon Lepaskan lah terali yang sengaja kau kunci

Agar saya bisa bebas berteriak bersama hembusan angin termal

Hai cendekiawan yang rupawan

Cukup sudah kau hantui Q dalam sadar dan lengahQ...

Cukup sudah peluh mataQ bersendu

Terisak dalam diamQ...

Adakah yang ia kan mengerti rasa rindu Q???

Oh,, ia yang tak pernah Q temui dalam kesadaranQ yang pasti

Adakah jawaban yang berarti untuk sekian kali tanyaQ...

                   Oh,,, cendekiawanQ saya harus bagaimana???

Cukuplah memang saya tebar segenap asa yang tak bersuara

Segenap genggam penuh kata yang tak biasa

Tapi masih adakah janji yang ingin kau tepati

Ataukah kau telah pergi dan berpaling dengan sendiri...

Oh cendekiawanQ,, saksikanlah pilu jiwaQ

Atas nama sang Penjaga hatiQ

aQ benar-benar rindu sungguh....

Sabtu, 19 Maret 2011

Syukur ku pada MU

Yaa Allah,,
Andai saja saya tak peduli lagi dengan harga diri,
Andai saja saya sudah tidak peduli lagi
dengan caci maki dan etika duniawi,,
Dan andai saja rasa malu itu
telah meninggalkan sang empunya.....
Saya tak akan pernah ragu lagi
Untuk ungkap semua uneg-uneg dalam hati
Untuk ungkap semua pikir yang selama ini diterali
Untuk ungkap cerita hati yang teracuni
Namun syukur terucap,, karna itu tak pernah terjadi
Bersyukur atas etika samawi yang teLah terpatri
Gusti,,, lindungi hamba yang lemah ini
Yang tak berdaya oleh permainan duniawi....
Yang tak berdaya oleh siksa kedholiman ini....
Sungguh saya memanglah makhlukMu yang paling Lemah
Lindungi saya Yaa ALLah...
Amieenn



                                                                       

Selasa, 22 Februari 2011

Masih BoLehkah Merindu??


Mengingatnya membuat air mata ini terus berjatuhan...

Perasaan ini Bagai permen nano-nano 

Semua rasa Membuncah dengan terbalutkan satu kata

Rindu....

Telah lama sudah sejak insiden 14 Desember 2010 

Rasa itu hanya bisa dorman 

Pikiran ini pilu, tawa ini kaku, dan tak pelak hanya membisu

Merasa tersakiti,, merasa tercurangi,, dan serasa 

tak ada keadilan memihak

Akankah tali suci yang telah terpatri hampir 3 tahun ini

 kandas begitu saja...

Kata maaf yang sempat terucap pun,, tak pernah lagi tergubris

Kini akankah kata Rindu masih bisa terucap

setelah sekian periode lamanya

Sedang pikiran ini tak henti-hentinya

Menyambut penghuni lawas....

Yang tak pernah mau pindah pada inang lainnya



Sabtu, 19 Februari 2011

Bukan Pengakhiran

Dengan tersentak kaget,,,, Q hanya bisa berucap pelan.... 

kanapa jadi seperti ne????

Begitu cepatnya gosip itu menyebar,,,, 

bagaikan aliran angin yang terus saja berhembus 

sesuka hatinya...... 

Tanpa memikirkan seseorang yang kan tersakiti karenanya.....

Sungguh tak pernah mengerti dari mana alirannya bersumber, 

dan tak akan pernah tau kemana akan bermuara...... 

yang pasti,,, 

Hanya tak pernah ingin ada perpecahan diantara kita.....

Itu saja.......

Wahai pujanggaQ...... 

ini bukanlah akhir,,,, percayalah.....

Q kan selalu hadir dalam barisan orang2 yang kan selalu 

mengenangMu 

Dalam lantunan2 keabadian cinta iLahi.......




Rabu, 16 Februari 2011

Perantauan ini hanya Untuk mu ami Q

Kembali merantau dengan meninggalkan orang2 trercinta memang bukanlah hal yang mudah bagi seorang anak perempuan satu2nya. Terpikirkan bahwa kerinduan yang terdalam akan senantiasa menghantuinya, ia pun tak bisa tenang dengan segudang kewajiban sebagai seorang anak dan seorang kakak. Kewajiban yang tidak bisa tergantikan, kebersamaan yang yang tak bisa terulang, dan waktu yang tak bisa menoleh kebelakang. Sungguh berjibun pikiran yang berkecamuk. Ya Robbi,, berikan saya waktu untuk bisa mengganti semua itu, berikan saya kekuatan dan kemampuan untuk bisa memahami langkah dan garis hidup yang telah saya tempuh. Biarkan kewajiban2 yang telah saya tinggalkan itu bisa saya tepati di lain waktu,, saat saya telah berkumpul dengan orang2 tercinta dirumah asri kami. Rumah dengan segudang cinta, rumah yang meski sederhana tapi selalu saya rindukan, selalu menentramkan dan memberikan kedamaian dihati saya. Disanalah cinta yang sesungguhnya, cinta yang tidak pernah saya temukan dimanapun, cinta yang selalu saya rindukan sampai kapanpun, dan sungguh sebenar2 cinta hanyalah cinta dengan keikhlasan dirumah saya. 10 hari berada dirumah benar-benar membuat saya berat untuk kembali ke rutinitas. Masih belum terbayarkan kerinduan itu, tapi sudah harus berpisah kembali. Yah memang belum juga pulih perasaan ini, tapi sudah dipaksa untuk menoreh kisah sendu yang baru. 
Teringat semalam sebelum kembali kekota hujan, si bungsu berbicara pada saya "mbak besok sudah balik ya?? aku kan ingin mbak lebih lama lagi berada dirumah" yah kurang lebihnya seperti itu. Betapa sedihnya saya saat dia bilang seperti itu, pernyataan polos dari seorang anak kelas 3 SD yang membuat saya semakin belum ingin kembali ke kota hujan. Bukannya tidak ingin kembali, tapi saya masih ingin berlama2 dengan mereka. Masih ingin membantu ibu dirumah, masih ingin masak bareng, masih ingin membantu bikin tugasnya si adek, masih ingin membuatkan sarapan si adek dan aktivitas menyenangkan lainnya. Apalagi sehari setelah keberangkatan saya adalah hari maulid nabi yang biasanya kalau di desa saya suka ada acara di mushollah dengan pembacaan sholawat nabi dan acara lainnya. Dan tentunya dirumah juga ikut sibuk menyiapkan hidangannya dan lain sebagainya yang sudah pasti tidak akan saya temui tradisi semacam itu di lingkungan baru saya. Yah,, air mata pun tak akan mampu mengungkapkan kesedihan ini. Saya masih ingin berada dirumah... :'(
Yah, hidup jauh dengan orang tua memang bukanlah hal yang mudah,, tapi saya disini tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk orang tua saya. Hal itulah yang kan menjadikan pegangan saya agar setidaknya menjadikan penentram hati ini.
Yaa ALLah berikan keteguhan hati ini... agar saya bisa ikhlas menerima semua ketetapan ini.. Amien