Rabu, 16 Februari 2011

Perantauan ini hanya Untuk mu ami Q

Kembali merantau dengan meninggalkan orang2 trercinta memang bukanlah hal yang mudah bagi seorang anak perempuan satu2nya. Terpikirkan bahwa kerinduan yang terdalam akan senantiasa menghantuinya, ia pun tak bisa tenang dengan segudang kewajiban sebagai seorang anak dan seorang kakak. Kewajiban yang tidak bisa tergantikan, kebersamaan yang yang tak bisa terulang, dan waktu yang tak bisa menoleh kebelakang. Sungguh berjibun pikiran yang berkecamuk. Ya Robbi,, berikan saya waktu untuk bisa mengganti semua itu, berikan saya kekuatan dan kemampuan untuk bisa memahami langkah dan garis hidup yang telah saya tempuh. Biarkan kewajiban2 yang telah saya tinggalkan itu bisa saya tepati di lain waktu,, saat saya telah berkumpul dengan orang2 tercinta dirumah asri kami. Rumah dengan segudang cinta, rumah yang meski sederhana tapi selalu saya rindukan, selalu menentramkan dan memberikan kedamaian dihati saya. Disanalah cinta yang sesungguhnya, cinta yang tidak pernah saya temukan dimanapun, cinta yang selalu saya rindukan sampai kapanpun, dan sungguh sebenar2 cinta hanyalah cinta dengan keikhlasan dirumah saya. 10 hari berada dirumah benar-benar membuat saya berat untuk kembali ke rutinitas. Masih belum terbayarkan kerinduan itu, tapi sudah harus berpisah kembali. Yah memang belum juga pulih perasaan ini, tapi sudah dipaksa untuk menoreh kisah sendu yang baru. 
Teringat semalam sebelum kembali kekota hujan, si bungsu berbicara pada saya "mbak besok sudah balik ya?? aku kan ingin mbak lebih lama lagi berada dirumah" yah kurang lebihnya seperti itu. Betapa sedihnya saya saat dia bilang seperti itu, pernyataan polos dari seorang anak kelas 3 SD yang membuat saya semakin belum ingin kembali ke kota hujan. Bukannya tidak ingin kembali, tapi saya masih ingin berlama2 dengan mereka. Masih ingin membantu ibu dirumah, masih ingin masak bareng, masih ingin membantu bikin tugasnya si adek, masih ingin membuatkan sarapan si adek dan aktivitas menyenangkan lainnya. Apalagi sehari setelah keberangkatan saya adalah hari maulid nabi yang biasanya kalau di desa saya suka ada acara di mushollah dengan pembacaan sholawat nabi dan acara lainnya. Dan tentunya dirumah juga ikut sibuk menyiapkan hidangannya dan lain sebagainya yang sudah pasti tidak akan saya temui tradisi semacam itu di lingkungan baru saya. Yah,, air mata pun tak akan mampu mengungkapkan kesedihan ini. Saya masih ingin berada dirumah... :'(
Yah, hidup jauh dengan orang tua memang bukanlah hal yang mudah,, tapi saya disini tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk orang tua saya. Hal itulah yang kan menjadikan pegangan saya agar setidaknya menjadikan penentram hati ini.
Yaa ALLah berikan keteguhan hati ini... agar saya bisa ikhlas menerima semua ketetapan ini.. Amien

1 komentar:

PIKADITA mengatakan...

semangat ya alyaaa,, semua yg kamu lakukan pasti nggak akan sia2

Posting Komentar